SI BUNIAN LALANG LAWEH

 Cerita ini hanyalah dongeng semata jika ada kesamaan nama dan lain lain nya itu adalah kebetulan saja. 

Puluhan tahun lalu disebuah desa bambu, ada cerita yang para pembaca nya ingin tahu kejadian nya alias penasaran seperti apa ceritanya 😁😁

Sebut saja seorang lelaki paruh baya bernama sakban pergi mencari kayu bakar ke dalam hutan tidak jauh dari rumah nya, hutan itu diberinama lalang loweh, ketempat itu sakban menempuh jalan yang jurang dengan medan yang agak sulit, barulah sakban sampai ke lalang loweh tsb, 

Lalang laweh ini lokasi nya datar dan ada rimba setumpuk yang konon katanya dalam hutan ini berbunyi kayak air hujan terus padahal hari tidak hujan sama sekali, ntah apalah itu sebuah misteri yang tidak terpecahkan 😁😁

Selepas dari hutan yang setumpuk itu sakban di hadapkan dengan semak ilalang yang luas nya sejauh mata memandang, itulah yang dinamakan lalang laweh. 

Disinilah sakban berjumla dengan seorang gadis cantik dan membawa sakban kerumah nya, disitu sakban melihat orang2 yang sangat ramai Sekali kayak pasar atau seperti subuah perkampungan yang sangat indah, tapi orang2 nya sangat cuek sekali tifak ada tegur sapa disini kecuali yang seorang tadi yang membawa sakban itu. 

Selang beberapa jam sakban di bawa nya berkeliling kemudian sakban minta diantarkan pulang karena sakban tidak tau jalan pulang, dan diantarlah pulang oleh cewek cantik tadi ntah siapa nama nya cewek itu, dan berpesan pada sakban "jika kamu rindu dengan ku maka bakarlah kemenyan maka kamu aku jemput " kata cewek itu.

Dan cewek itu pergi meninggal kan sakban, dan tinggal lah sakban di dalam semak belukar itu swndirian dengan keadaan terpaku diam membisu dan berfikir siapa yang mwmbawanya tadi. 

Sakban berfikir apakah itu orang bunian yang disebut oleh orang tua2 dulu, barang x ia barang x tidak. 

Dan kembalilah sakban kerumah nya dengan penuh tanda tanya. 

Sekian dan sampai jumpa di dongeng singkat selanjut nya wassalam. 

ilustrasi by anpiosadad. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEGENDA BUKIK POSUAK/GUNUNG TEMBUS MAHAT

DONGENG SIPITTUAI